Tampilkan postingan dengan label Endokrinologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Endokrinologi. Tampilkan semua postingan

Struma Nodosa Nontoksik (SNNT)

DEFINISI
       Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tiroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda adanya hipertiroidisme. Struma adalah pembesaran pada kelenjar tiroid yang biasanya terjadi karena folikel-folikel terisi koloid secara berlebihan. Setelah bertahun-tahun sebagian folikel tumbuh semakin besar dengan membentuk kista dan kelenjar tersebut menjadi noduler. Struma non toksik adalah pembesaran kelenjar tiroid pada pasien eutiroid, tidak berhubungan dengan neoplastik atau proses inflamasi. Dapat difus dan simetri atau nodular. Apabila dalam pemeriksaan kelenjar tiroid teraba suatu nodul, maka pembesaran ini disebut struma nodosa.

Hipertiroidisme

Definisi
  Hipertiroidisme adalah sekumpulan kelainan yang melibatkan sintesis dan sekresi berlebihan dari hormon tiroid oleh kelenjar tiroid, yang akan mengakibatkan kondisi hipermetabolik dari tirotoksikosis. Bentuk paling umum dari hipertiroidisme diantaranya adalah goiter difus toksik (Penyakit Graves), goiter multinodular toksik (Penyakit Plummer), dan adenoma toksik. Bersama dengan tiroiditis subakut, kondisi-kondisi ini adalah 85-90% dari penyebab tirotoksikosis.

Hiperlipidemia

Hiperlipidemia merupakan bagian dari dislipidemia untuk mengetahui penjabaran lebih luas tentang dislipidemia silahkan dibaca di sini dan untuk penatalaksanaan dan pengobatannya yang lebih rinci dapat dibaca di sini.
DEFINISI
          Hiperlipidemia adalah keadaan terdapatnya akumulasi berlebih salah satu atau lebih lipid utama dalam plasma, sebagai manifestasi kelainan metabolisme atau transportasi lipid. Dalam klinis, hiperlipidemia dinyatakan sebagai hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, atau kombinasi keduanya. Hiperlipidemia dapat terjadi karena defek transportasi lipid atau karena produksi endogen berlebihan. Kelainan ini dapat terjadi secara primer (hiperlipidemia primer) maupun sekunder akibat penyakit lain (hiperlipidemia sekunder).

Dislipidemia (Bagian kedua) : Penatalaksanaan : Modifikasi gaya hidup, diet dan terapi farmakologis

Untuk bagian pertama dapat dibaca di sini
PENATALAKSANAAN
       Data dari badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2012 menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke menduduki urutan nomer satu dan dua sebagai penyebab kematian di dunia. Keduanya menyebabkan 14,1 juta kematian diseluruh dunia pada tahun 2012. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan data pada tahun 2000.

Dislipidemia (Bagian Pertama) : Definisi, Patofisiologi, Klasifikasi, Manifestasi Klinis, Diagnosis

Untuk bagian kedua dapat dibaca di sini
DEFINISI
            Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai oleh peningkatan ataupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol low density lipoprotein (LDL), trigliserida, serta penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL). Dislipidemia sangat berkaitan dengan aterosklerosis, baik sebagai faktor risiko maupun dalam proses terjadinya.

Diabetes Melitus

DEFINISI
Sejarah
            Secara terminologi diabetes mellitus berasal dari bahasa Yunani yaitu kata pertamanya diabetes atau diabainein yang berarti mengalirkan (siphon=pipa aliran), ini merujuk pada buang air kecil / urinasi berlebihan yang dikaitkan dengan penderita Diabetes Melitus (DM). Istilah diabetes ini dikemukakan oleh ilmuwan Aretaeus. Kemudian kata kedua mellitus berarti “manis seperti madu”, dikarenakan rasa manis pada urine penderita yang dapat mengundang semut pada saat itu.

Posting Terbaru

Silahkan Like di Facebook untuk mengikuti perkembangan artikel baru

Entri Populer

Kehidupan yang bermanfaat adalah kehidupan hebat

Ilmu adalah kunci kemajuan

Back to Top

Terima Kasih Telah Berkunjung

Diberdayakan oleh Blogger.