Tampilkan postingan dengan label Pulmonologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulmonologi. Tampilkan semua postingan

Jenis-jenis vaksin Covid-19 yang dipergunakan di Indonesia

Menjelang awal tahun 2021, dunia sedang berada di titik krusial menghadapi pandemi terbesar umat manusia di awal abad ke dua puluh satu ini. Pun demikian di Indonesia, upaya dasar menghalangi penyebaran dengan penggunaan masker maupun social distancing dirasakan dapat memperlambat penularan penyakit ini namun diperkirakan tidak akan menjadi solusi yang konklusif untuk mengakhiri wabah Covid-19 ini. Fokus duniapun dikerahkan untuk menemukan vaksin untuk virus ini dalam langkah dan kecepatan waktu yang belum pernah ada preseden pengalaman sebelumnya. Segenap sumber daya digunakan pemerintah negara-negara di dunia, institusi kesehatan dan akademik, serta pihak-pihak swasta untuk menyeimbangkan antara kecepatan optimal ketersediaan vaksin dengan aspek keamanan dan efektifitas klinis. Walaupun program vaksinasi sudah mulai digulirkan namun langkah-langkah 3M dan 3T tetap harus terus dilakukan karena untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity diperlukan waktu yang cukup lama apalagi dengan jumlah penduduk sebanyak Indonesia.Prioritas pertama pemberian vaksin hendaknya adalah tenaga kesehatan (nakes) kemudian individu-individu yang dikarenakan profesi atau jabatannya tidak bisa dihindari untuk bertemu orang-orang banyak dan/atau berbeda secara terus menerus.

Covid-19 : Dasar pemahaman penyakit dalam upaya penyembuhan dan pengobatan (terapi) secara medis

Memasuki akhir tahun 2020, banyak sekali informasi yang telah kita peroleh dari pengalaman selama menghadapi pandemi covid-19 selama kurang lebih 10 bulan berjalan ini. Selain korban jiwa yang sudah lebih dari 600 ribu dan kasus terinfeksi melebihi 17 juta yang tersebar di 215 negara, kita juga memperoleh banyak data dan penemuan yang dinamis, mengejutkan, terkadang mengkhawatirkan namun juga banyak informasi yang memberi rasa optimisme dan harapan mengenai berbagai hal dari penyakit ini dan virus penyebabnya. Informasi tersebut dapat berasal dari berbagai studi penelitian dan literatur, pengalaman langsung personel medis di berbagai institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dari seluruh dunia, maupun pendapat para ahli berdasarkan bidang ilmunya. Informasi tersebut diantaranya seperti struktur dan ciri khas virus novel coronavirus SARS-COV-2 dibanding virus corona lainnya maupun virus pada umumnya, perjalanan penyakit (patofisiologi dan patogenesis) dan efeknya pada tubuh, terapi yang secara klinis menunjukkan hasil efektif sembari menunggu pengembangan vaksin untuk pencegahan, maupun cara penularan, laju penyebaran, serta informasi epidemiologis lainnya yang diperlukan untuk menekan mata rantai penyebaran penyakit ini yang begitu cepat.

Coronavirus baru (Covid-19) sudah dapat diobati?

Menginjak bulan februari 2020, sudah sekitar 2 bulan virus corona jenis baru yang dinamakan nCoV 2019 (novel coronavirus 2019) / Covid-19 menelan begitu banyak korban, dengan jumlah terinfeksi paling sedikit 20000 dan korban meninggal dunia di atas 500, dengan cakupan dan jangkauan mencapai lebih dari 20 negara, tingkat kerugian ini sudah melebihi jumlah kerugian yang diakibatkan SARS (sumber) walaupun angka rasio kematiannya lebih kecil. Meskipun jumlah korban yang timbul cukup tragis, namun kini secercah harapan dengan berita baik yang muncul dari Thailand, maupun dari China, yang merupakan pusat awal penularan virus baru ini (sumber), yaitu berita adanya terapi yang cukup efektif dan menunjukkan hasil menjanjikan bagi para pasien Covid-19 ini, maupun pengumuman dari Geneva oleh WHO (World Health Organization) yang menyatakan vaksin akan tersedia sekitar 18 bulan (setelah artikel ini diterbitkan).

Virus Corona 2019-2020: Panduan Praktik Klinik (PPK) pneumonia coronavirus (COVID-19) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)

Pada awal 2020 ini virus corona strain baru telah menghebohkan seluruh dunia. Virus yang merupakan satu keluarga dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle Eastern Respiratory Syndrome) dinamakan nCoV 2019 / Covid-19 atau novel corona virus 2019, pemberian kata novel karena merupakan strain coronavirus baru. Virus yang epicenter dan pertama kali ditemukan kasusnya di Wuhan, China ini, sampai artikel ini ditulis telah menjangkiti ribuan orang dan menelan korban jiwa ratusan orang serta menyebar ke puluhan negara lain. Berikut ini adalah Panduan Praktik Klinik (PPK) pneumonia coronavirus dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Bronkiolitis Akut

DEFINISI
            Bronkiolitis akut adalah penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran napas kecil (bronkiolus), pada umumnya disebabkan oleh virus, sehingga menyebabkan gejala– gejala obstruksi bronkiolus, terjadi pada anak berusia kurang dari 2 tahun dengan insidens tertinggi sekitar usia 6 bulan.

Hemoptisis (Batuk Darah)

Definisi
        Hemoptisis atau batuk darah adalah ekspektorasi darah atau mukus yang berdarah. Bila ditemukan gejala ini, maka pasien harus diawasi dengan ketat karena tidak dapat dipastikan akan berhenti atau berlanjut, dan harus dicari asal serta sebab perdarahan. Hemoptisis merupakan batuk darah/ dahak bercampur darah yang terjadi karena ada lesi di paru-paru atau bronkus/ bronkioli. Ciri-cirinya merah cerah (walau pun tidak selalu), pH alkali (basa), mengandung makrofag alveolar yang memuat hemosiderin, serta beberapa hari setelah peredaran dapat tetap terdapat garis perdarahan, berbusa (karena bercampur dahak dan udara).

Efusi Pleura

Definisi
        Efusi Pleura berasal dari dua kata, yaitu efusion yang berarti ektravasasi cairan ke dalam jaringan atau rongga tubuh, sedangkan pleura yang berarti membran tipis yang terdiri dari dua lapisan, yaitu pleura viseralis dan pluera perietalis. Sehingga dapat disimpulkan Efusi Pleura adalah ekstravasasi cairan yang terjadi di antara lapisan viseralis perietalis. (Sudoyo, 2006)
Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapatnya penumpukan cairan dalam rongga pleura. (Imran Sumantri, 2008).
Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane, 2000)
Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002).
Efusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. (Price C Sylvia, 1995).

Bronkiektasis

Definisi
    Bronkiektasis (Bronchiectatis) merupakan kelainan morfologis yang terdiri dari pelebaran bronkus yang abnormal dan menetap disebabkan kerusakan komponen elastis dan muscular dinding bronkus. ( Buku Ajar Patologi, edisi 7 vol. 2). Bronkiektasis diklasifikasikan dalam bronkiektasis silindris, fusiform, dan kistik atau sakular.

Asma Bronkial

Definisi
       Asma adalah gangguan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai sel inflamasi. Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat, obstruksi jalan napas, dan gejala pernapasan (mengi dan sesak). Obstruksi jalan napas umumnya bersifat reversibel, namun dapat menjadi kurang reversibel bahkan relatif nonreversibel tergantung berat dan lamanya penyakit.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Definisi Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit obstruksi jalan napas karena bronkitis kronik atau emfisema (American Thoracic Society 1995). Obstruksi tersebut umumnya bersifat progresif, bisa disertai hiperaktivitas bronkus dan sebagian bersifat reversibel.
         Penyakit paru Obstruksi Kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan di tandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. Penyakit ini sering di sebut dengan chronic Air flow Limitation (CAL) dan chronic obstructive Lung Disease ( Somantri, 2008:49). Bronkitis kronik, empisema paru dan asma bronkial membentuk kesatuan yang disebut COPD, hubungan etiologi sekuensial (saling menyebabkan) antara bronkitis kronik dan empisema ada tetapi tampaknya tidak ada hubungan antara kedua penyakit itu dengan asma, hubungan ini nyata sekali dengan etiologi, patogenesis dan pengobatan yang akan diberikan. (Siia dan Wilson, 2003:784)

Tuberkulosis (TBC) Paru

DEFINISI
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi. TB merupakan setiap penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh spesies Mycobacterium dan ditandai dengan pembentukan tuberkel dan nekrosis kaseosa pada jaringan-jaringan sedangkan TB paru adalah infeksi paru oleh Mycobacterium tuberculosis.[1]

Posting Terbaru

Silahkan Like di Facebook untuk mengikuti perkembangan artikel baru

Entri Populer

Kehidupan yang bermanfaat adalah kehidupan hebat

Ilmu adalah kunci kemajuan

Back to Top

Terima Kasih Telah Berkunjung

Diberdayakan oleh Blogger.