Jumat, 31 Juli 2015

Askariasis

Etiologi
     Etiologi askariasis adalah Ascaris lumbricoides. Manusia merupakan satu-satunya hospes. Askariasis atau yang secara umum dikenal sebagai cacingan adalah kondisi untuk menyebut infeksi yang disebabkan cacing gelang.
        Cacing gelang bersifat parasit karena menggunakan tubuh manusia sebagai inang untuk tumbuh dewasa dan bereproduksi. Cacing dewasa dapat berukuran hingga 30 cm. Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing pada manusia yang paling umum di seluruh dunia.

      Karena kebanyakan orang hanya mengalami kasus infeksi ringan, maka keberadaanya tidak menimbulkan gejala.

     Tapi ketika tubuh dipenuhi hingga ratusan cacing, gejala dan komplikasi serius dapat terjadi.
       Ascariasis paling banyak terjadi pada anak-anak di daerah tropis dan subtropis, terutama pada lingkungan dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.
      Di Indonesia prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak. Frekuensinya 60-90%. Kurangnya pemakaian jamban keluarga menimbulkan pencemaran tanah dengan tinja di sekitar halaman rumah, di bawah pohon, di tempat memncuci dan di tempat pembuanagn sampah. Tanah liat, kelembaban tinggi dan suhu 25-30oC merupakan kondisi yang sangat baik untuk berkembangnya telur Ascaris lumbricoides menjadi bentuk infektif.

Manifestasi Klinik
          Gejala disebabkan oleh larva maupun cacing dewasa. Adanya larva dalam tubuh akan menimbulkan batuk, demam, eosinofilia, dan gambaran infiltrat pada foto toraks yang akan menghilang dalam waktu 3 minggu, dikenal sebagai sindrom Loeffler. Gejala yang ditimbulkan oleh cacing dewasa adalah mual, nafsu makan berkurang, diare, atau konstipasi. Pada keadaan berat dapat mengakibatkan malabsorpsi dan obstruksi usus. Cacing dewasa yang mengembara ke organ-organ lain akan menimbulkan gangguan tersendiri, misalnya ke saluran empedu, apendiks, atau bronkus.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya telur A. lumbricoides dalam tinja atau keluarnya cacing dewasa lewat muntah atau tinja pasien yang diamati secara mikroskopis.

Penatalaksanaan
Untuk perorangan dapat digunakan bermacam-macam obat misalnya piperasin, pirantel pamoat 10 mg/kg berat badan, dosis tunggal mebendazol 500 mg atau albendazol 400 mg.

Untuk pengobatan masal perlu beberapa syarat, yaitu :
  • Obat mudah diterima masyarakat
  • Aturan pemakaian sederhana
  • Mempunyai efek samping yang minim
  • Bersifat polivalen, sehingga berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing
  • Harganya murah
Obat yang diberikan untuk pengobatan massal adalah albendazol 400 mg 2 kali setahun.

Komplikasi

Selama larva sedang bermigrasi dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi yang berat dan pneumonitis, dan bahkan dapat menyebabkan timbulnya pneumonia.

Prognosis
     Selama tidak terjadi obstruksi oleh cacing dewasa yang bermigrasi, prognosis baik. Pengobatan dapat memberikan kesembuhan 80-99%.





Kata Kunci Pencarian : Askariasis, Referat, Skripsi, Makalah, Artikel, Infeksi Tropik, Parasit, Parasitologi, Jurnal, Karya Tulis Ilmiah, Desertasi, SKP (Satuan Kredit Profesi), Kompetensi, pdf, word, .pdf, .doc, .docx, Ilmu Penyakit Dalam, Disertasi, Refrat, modul BBDM, Belajar Bertolak Dari Masalah, Problem Based Learning, askep (asuhan keperawatan)
medical email icon

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Terbaru

Bergabunglah dengan komunitas kami

Silahkan Like di Facebook untuk mengikuti perkembangan artikel baru

Entri Populer

Untuk Berlangganan Melalui Pemberitahuan Email

Kehidupan yang bermanfaat adalah kehidupan hebat

Ilmu adalah kunci kemajuan

Back to Top

Terima Kasih Telah Berkunjung

Pencarian untuk website ini silahkan ketik di bawah

Diberdayakan oleh Blogger.